RSS

Berbagai Pengobatan dengan Daun Seledri

14 Jun

Seledri sendiri telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu di Eropa sebagai unsur pengobatan dan penyedap masakan. Seledri adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa, dimana daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.

Aromanya yang khas berasal dari sejumlah komponen mudah menguap dari minyak astiri yang dikandung, paling tinggi pada buahnya yang dikeringkan. Kandungan utamanya butilidftalida sebagai pembawa aroma utama. Daun dan tangkai daun mengandung steroid seperti stigmasterol dan sitosterol. Seledri (terutama buahnya) sebagai bahan obat, tetapi juga diingatkan agar tidak mengonsumsi seledri terlalu banyak karena dapat mengurangi air susu. Seledri disebut-sebut sebagai sayuran anti-hipertensi. Fungsi lainnya adalah sebagai peluruh (diuretika), anti reumatik serta pembangkit nafsu makan (karminativa). Umbinya memliki khasiat yang mirip dengan daun tetapi digunakan pula sebagai pembangkit gairah seksual.

Namun demikian, seledri sendiri berpotensi menimbulkan alergi pada sejumlah orang yang peka. Karena itu penderita radang ginjal sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsinya.

Ada tiga kelompok seledri yang dibudidayakan:

  • Seledri daun atau seledri iris, yang biasa diambil daunnya dan banyak dipakai di masakan Indonesia.
  • Seledri tangkai, yang tangkai daunnya membesar dan beraroma segar, biasanya dipakai sebagai komponen salad.
  • Seledri umbi, yang membentuk umbi di permukaan tanah; biasanya digunakan dalam sup. umbi jenis ini kaya provitamin A dan K.

Khasiat daun seledri untuk kesehatan :

1.  Reumatik
Potong 1 genggam daun dan batang seledri kecil-kecil, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, kemudian disaring dan air saringannya diminun sekaligus.

2.  Mata Kering
Makan daun seledri sebagai lalapan segar bersama-sama dengan makan nasi. Lakukan tiap hari. Cuci daun seledri, daun bayam dan daun kelor (Moringan oleifera lamk.) masing-masing 1/3 genggam sampai bersih, lalu giling sampai halus. Tambahkan garam dapur seujung sendok tea dan ¾ cangkir air masak. Remas campuran ini sampai rata, kemudian peras dan saring. Minum air perasannya sekaligus, lakukan 3 kali sehari.

3.  Tekanan Darah tinggi
Cuci 100 gr seledri seutuhnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 cangkir air, lalu peras dan saring. Selanjutnya tim sampai mendidih. Setelah dingin, bagi untuk 2 kali minum, pagi dan siang hari. Atau cuci 16 batang seledri seutuhnya sampai bersih dan potong-potong secara kasar, lalu masukkan ke dalam panic email. Tambahkan 2 gelas air bersih lalu rebus sampai airnya tersisa ¾ nya. Setelah dingin, airnya diminum dan seledrinya dimakan. Lakukan 2 kali sehari, masing-masing separuhnya.

3.  Bronkitis
Cuci 60 gr seledri segar, 10 gr kulit jeruk mandarin kering dan 25 gr gula aren sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin saring dan air saringannya dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari, masing-masing ¾ gelas.

4.  Batuk
Cuci 30 gr seledri segar seutuhnya, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus dalam 3 gelas air bersih. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu secukupnya. Gunakan ramuan ini untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari.

5.  Kolik
Sediakan 60 gr seledri segar seutuhnya, 1 ruas jari tangan jahe merah dan sepotong gula aren. Cuci bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

6.  Sebagai penyubur rambut
Cuci 7-10 tangkai daun seledri sampai bersih, lalu tumbuk halus. Setelah dikeramas, gosokan tumbukan daun seledri tersebut ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai, bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebh 1 jam. Selanjutnya, bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

 

Tips :

  • Diusahakan berpantang makanan, bagi mereka yang mempunyai pantangan makanan tertentu selama pengobatan.
  • Pada saat pengobatan dengan daun sirsak,juga bisa dicampurkan dengan obat yang lainnya. Selang waktu 1-2 jam untuk masing-masing.

Sumber : Majalah Trubus, MajalahNurmala

^^  Semoga Cepat Sembuh ^^

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 14, 2012 in - Rumah Herbal

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Dihubungi kembali

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: